LP, I bite the finger again……..

Posted on Updated on

Rabu, 21 September 2011, salah satu group band rock Linkin Park akan manggung di Indonesia tepatnya di stadion utama Gelora Bung Kaorno (GBK) dalam tour konsensernya yang bertajuk “ the thousand sun “. Moment ini pasti sangat ditunggu-tunggu dari para Linkin Park Undreground ( LPU ) panggilan dari fans Linkin Park, karena band favoritnya akan perform langsung dihadapannya. Kemeriahan sambutan sudah mulai tersa sejak beberapa hari lalu, itu terbukti banyaknya media cetak dan elektronik yang santer memberitakanyya. Pun terjadi pada jejaring sosial seperti facebook dan twitter yang menjadi tranding topik beberapa hari ini.

Linkin Park sudah tak asing lagi di telingaku, karena aku sensiri adalah salah satu fans group band asal california ini. Adalah satu-satunya band dari luar yang lagu-lagunya sering aku putar, termasuk lagu yang bertitel “numb” yang aku jadikan nada dering di Hpku. Alasannya bagiku group band ini secara audio lagunya easy listening dan bisa jadi motivator, ditambah lagi secara visual jika melihat performanya di atas panggung, bisa menghipnotis semua penontonnya. Aku takjub saat mendengar suara khas dari “chester Bennington” yang serak dan melengking, sangat padu kolaborasi dengan sang rapper “Mike Shinoda”, apalagi diiring turtable dari Mr. Josep Han, distorsi gitar dari Brad Delson, petikan bass dari Dave “phoenix” Farrell serta tabuhan drum dari Rob Bourdon.

Awal aku kenal dengan LP yaitu pada pertengahan tahun 2001, saat aku masih menginjak bangku SMP. Tetanggaku namanya Antoni baru pulang merantau dari kota, dan sudah menjadi tradisi bahwa jika pulang ke kampung harus membawa sesuatu yang beharga supaya orang tahu bahwa hasil merantaunya apa dan tidak sia-sia. Dan dia waktu itu membawa seperangkat tipe compo kalau tidak salah mereknya SIMBA, dan pastinya beberapa keping kaset. Meski hanya sebuah tipe, tapi sudah termasuk barang yang mahal karena di kampungku sendiri jarang ada yang punya tipe aplagi VCD atau TV. Pastinya tiap hari aku dan teman-teman main kerumahnya buat denger musik dan memfungsikan rumah Toni menjadi base camp kami he…he…

Ada album Obbie Messakh, Nike Ardilla, Campur sari dan yang lagi nge-trend saat itu adalah lagu-lagu slowrock asal negeri tetangga ( Malaysia ) macam Slam, UKS, Sting dan banyak lagi. Tapi ada satu kaset yang dia bawa yang asing bagiku, dicovernya bergambar orang seperti punya sayap sedang membawa tombak dan ada tulisan LINKIN PARK dengan N terbalik dan Hybrid Theory. Karena saking penasaranya, aku tanya Toni, “ Ton, iki kaset opo, inggris yo?” dan dia menjawab: “iki kaset rock ket Amerika “. Tidak sebatas tanya, akupun suruh toni memutarnya.

Awalnya aku kurang begitu suka mendengarkan lagu dalam kaset tersebut, mungkin karena suara agak sember ( maklum kaset bajakan ) atau karena aku menganggap nyanyi tapi seperti orang teriak-teriak. When Stop Closer, Crowling, ………tapi yang agak aku suka adalah lagu yang berjudul “ In The End “. Tapi karena saking seringnya aku dengar karena setiap hari selalu mutar kaset tersebut, lama kelamaan tumbuh rasa suka, mungkin karena lagunya baru menemukan lubang yang enak dan baru bisa masuk ke telingaku. Memang betul pepatah jawa mengatakan “ tumbuhe roso amargo soko kulino “.

Pertengahan 2002, aku sudah punya tipe sendiri tapi itu hanya hasil rangkaian dari teman, tapi cukup bisa untuk dijadikan hiburan dari pada haruis ke rumah teman. Dan saat itu aku hanya punya koleksi dua kaset, Didi Kempot dan Nike Ardilla dan selebihnya aku selalu pinjam kaset dari teman, dan yang seringnya adalah Hybrid Theorinya Linkin Park. Tiap hari aku puter, intinya aku sudah terlanjur suka pada lagu-lagunya LP, apalagi kalau pas lagi ada masalah aku langsung dengar “Crawling” sambil berteriak-teriak Crawling in my skin these wounds they will not heal, Fear is how I fall confusing” dan hasilnya bisa melupakan sejenak masalahku tersebut……so be motivator….

Pada tahun 2003, Linkin Park mengeluarkan album keduanya yang bertitel “Meteora”. Aku juga tak mau ketinggalan, aku hunting setiap toko penjual kaset di daerahku, hingga beberapa hari akhirnya aku mendapatkannya meskipun bajakan. Aku juga tak pernah ketinggalan lihat klip “ somewhere i belong “ yang menjadi juara chart di clear top ten waktu itu. Faint, Numb, From The Inside, Lying from you, breaking the habit…….dan lagu yang jadi favoritku di album ini adalah Numb. Pernah ada suatu cerita yang mungkin akan aku ceritakan di chapter berikutnya tentang mantan, dia pernah menghadiahkanku kompilasi lagu-lagu LP. Dan mungkin memori tersebut yang sampai saat ini aku selalu menyanyikan “ My Desember “…….next chapter, the story again….

 Di albumnya yang bertitel “ minutes to midnight “ yang di keluarkan pada tahun 2007, aku sudah ada di sini, jadi aku tak pernah ketinggalan tentang berita dari LP, karena aku sudah tahu internet, he…he…he…so “what i’ve done”…………..

Waktu menginjak STM aku punya teman namanya Rudi Hartono, orangnya rock banget, maniak lagu-lagu barat. Dia mempunyai banyak pengetahuan tentang band-band luar negeri. Koleksinya pun banyak, ada Metalica, Slipknot, RHCP…….saat sedang bareng kami saling share, saling bercerita. dan pastinya aku jadi mempunyai banyak referensi dan pengetahuan tentang LP.

Pada tahun 2004, LP datang tour ke Indonesia, waktu itu aku masih di kampung, karena tidak ada siaran TV yang menyiarkan secara langsung ( tidak ada atau memang channel di rumah hanya beberapa jadi tidak tahu ada yang menyiarkan atau tidak ). Hanya saja aku berharap suatu saat nanti LP bisa datang ke Indonesia lagi, dan aku berharap bisa nonton langsung dan nyanyi bareng Chester Bennington, itu harapanku dulu.

Dan hari ini, LP benar-benar datang dan lagi-lagi harapanku belum bisa terkabulkan karena terbentur dengan harga tiket yang terlalu mahal, tidak terjangkau oleh kantongku………..dan lagi-lagi aku berharap, semoga nanti LP datang lagi dan aku dapat tiket gratis atau aku berharap bisa menjadi jutawan supaya aku tidak “gigit jari lagi”……..


Facebook
Twitter
More...

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s