Go Home Back (moediek) part 2……..

Posted on Updated on

Matahari sudah mulai condong ke barat, panas yang diberikan sebelumnya perlahan-lahan mulai berkurang, bias-bias sinarnya mulai terhalang oleh bangunan-bangunan tinggi menjulang di ibu kota. Tapi keriuhan yang ditawarkan oleh bumi semakin sore bukannya semakin berkurang tetapi semakin riuh. Senyum yang tersungging dari wajah-wajah sang pemudik kontras sekali dengan keadaanku saat itu, yang serba kebingungan. Dan dengan senyum yang aku paksakan menolak setiap pedagang dan para tukang ojek yang menawarkan jasanya. Aku percepat langkah kaki ini untuk secepatnya bisa meninggalkan stasiun.

Dalam pikiran yang serba kebingungan, timbul satu keputusan. Jika aku ingin pulang hari ini, tidak mungkin lagi naik kereta, karena tiket sudah ludes, satu-satunya opsi, yaitu naik bus. Meski dengan ongkos yang nge-pas, saat itu juga aku putuskan untuk naik bus. Selanjutnya, aku langsung naik angkot menuju ke terminal pulo Gadung. Kenapa kesana, karena aku anggap terminal Pulo Gadung adalah salah satu terminal antar kota terbesar di Jakarta.

Pilihan ini aku anggap gambling, karena aku sendiri kalau sudah sampai di terminal, apakah aku mendapatkan tiket atau tidak, aku belum tahu. Meski begitu, apa salahnya untuk aku coba. Dari Tanah Abang, naik angkot jurusan ke Roxy, dari Roxy naik lagi jurusan ke Senin, dari Senin langsung ke Pulo Gadung. Dalam angkot, tak henti-hentinya aku berdoa dan berharap, agar semuanya bisa sesuai dengan rencanaku. Akhirnya setelah kurang lebih dua jam, sampai juga di terminal Pulo Gadung.

Aku lihat jam di pergelangan tangan sudah menunjukkan jam lima. Di terminal sendiri terlihat banyak bis yang keluar masuk, para pemudik juga sudah menumpuk tak tertata dengan rapi. Dan hal pertama yang kulakukan adalah menuju loket penjualan tiket, keliling dari loket satu ke loket yang lain mencari bus jurusan ke Jawa Timur. Banyak diantara sudah tutup dan di pintunya tertulis dengan jelas “ MAAF TIKET SUDAH HABIS “. Tinggal beberapa loket lagi yang persediaan tiket ke jawa timur masih ada. Dikanan, kiri dan belakang calo membuntuti terus setiap langkahku, sambil menawarkan tiket yang mereka pegang, aku layaknya seorang selebritis yang kemanapun aku pergi selalu diikuti fans-nya.

Untuk saat ini, aku tidak mau tiket dari calo, pastilah sangat mahal, aku mencoba cari loket dulu. Tinggal satu dua loket, aku coba bertanya harga tiket untuk destinasi ke Jawa Timur, dan semaunya menawarkan rata-rata Rp. 300.000 ke atas. Aku sudah berusaha nego, tetapi petugas loket terlalu jual mahal, tawaranku tak dihiraukan sama sekali. Malahan aku diketawain, kalau duit tak cukup disuruh jalan kaki saja ke Jawa Timur….( sial…tunggu saja nanti kalo gue udah kaya, udah jadi borjuis, bukan saja bus loe, loe pun bisa gue beli…umpatan dalam hati ).

Jujur saja saat itu di dalam dompetku hanya berisi KTP, SIM, ATM, Name Card, kartu identitas lain, foto cewekku, struk parkir dan uang Rp. 200.000. Jadi uang yang aku bawa tidak cukup untuk membeli tiket, karena uang itu memang aku sediakan buat beli tiket kereta. Akhirnya mau gak mau aku harus ambil uangg di ATM. Dan ternyata lama muter-muter cari ATM tidak ketemu. Yang aku heran, kenapa terminal yang katanya terminal paling besar di ibu kota itu minim fasilitas. Sampai aku tanya petugasnya pun tidak ada yang tahu dimana ATM berada.

Akhirnya aku berjalan keluar teminal untuk mencari ATM, estimasi ada di dekat-dekat situ, tapi sudah kadung jauh aku berjalan, tidak ketemu juga. Sampai aku ketemu mall ( namanya lupa ) tapi yang pastinya mungkin sudah lebih satu kilo aku berjalan ke mall itu. Aku langsung masuk mall untuk ambil uang. Setelah selesai bertransaksi, aku kembali lagi ke terminal, kali ini aku tidak jalan lagi, supaya lebih cepat aku naik angkot.

Sesampainya di terminal, perut terasa berontak, suara krrucuk-krucuknya menjadi-jadi pertanda cacing di perut mulai kelaparan. Kemudian aku masuk di rumah makan padang, dan masakan rendang menjadi pesananku saat itu. Setelah selesai makan aku bayar Rp.15.000 untuk menu hari itu, sambil bertanya ke tukang nasinya apakah masih ada bis yang ke Jawa Timur dengan embel-embel “ tapi yang murah “. Maka aku dipertemukan dengan penjual tiket, aku tanya yang ke Tulungagung, kemudian penjual tiket itu menawarkan tiket seharga Rp. 250.000 sampai ke Tulungagung. Aku coba tawar tapi mentok tidak bisa turun lagi, akhirnya aku pasrah dari pada gak dapat bus sama sekali.

Namanya “ Bis Pariwisata Setya Abadi “, AC ekonomi dengan set 2-3, akupun dapat tempat duduk seat 2 nomor 3 dari belakang. Keadaan di dalam waktu itu masih lengang, belum banyak tempat duduk yang terisi. Menunggu dan menunggu, jenuh juga, untuk membunuh rasa jenuh aku coba putar mp3 dari HP jadulku, setidaknya untuk menenangkan diri setelah seharian diliputi rasa was-was. Tepat Jam 6 sore, pacar sms bahwa bis yang ditumpanginya sudah mulai berangkat, meninggalkan Jakarta menuju Jogja, sementara bus yang aku tumpangi masih sibuk mencari penumpang.

Ditengah-tengah asyiknya mendengar lagu, aku dikejutkan oleh suara cewek yang bertanya apakah tempat duduk di sebelahku masih kosong, aku hanya menganggukkan kepala tanda ya. Cewek tersebut akhirnya duduk di sampingku, akupun masih cuek akan hal itu. Tapi aku heran, padahal masih banyak bangku yang kosong, tapi kenapa pilih disampingku….aku tersenyum simpul sambil garuk-garuk kepala “ karena dia melihat aku orang baik…he..he…”. Sempat melirik kepadanya yang lagi mesra-mesraan dengan cowoknya. Dalam hatiku “ pasangan ini seperti mau berpisah lama saja, sebegitunya, mungkin hanya beberapa hari doank berpisah”……

Jam 19.30 an bis yang aku tumpangi baru penuh, setelah cek terakhir, bis baru berjalan. Dan dalam perjalan itu, untungnya ada orang yang bisa buat ngobrol, meski tidak sebegitu serius. Cewek tadi namanya Dian, katanya umurnya masih 19-an……jadi jika kami ngobrol, aku lebih kelihatan obrolan antara adik dan kakak…..

Ada banyak pengalaman seru dan baru selama aku dalam perjalan pulang, aku coba merangkumnya seperti berikut ini :

Ternyata cewek tadi enak juga diajak ngobrol, bisa menghilangkan rasa stres saat berada di dalam bis, tapi hal yang aku lakukan adalah selalu komunikasi dengan sang pacar, saling menanyakan keadaan.

Kami terjebak macet di hampir sepanjang perjalanan, yang paling parah adalah saat di cikampek, bis berhenti di tempat dan tidak bisa jalan sama sekali.

Ternyata bis yang aku tumpangi jalannya sangat lambat, kami penumpang banyak mengeluh akan hal itu, sebelumnya kami mengira karena supirnya yang belum pengalaman, tapi selidik punya selidik ternyata sopirnya lagi ngambek karena uang setorannya kurang, jadinya dilampiaskan dengan melamban-lambankan bisnya.

Banyak penumpang yang turun di Pekalongan termasuk juga cewek tadi, dan penumpang yang paling jauh dan paling akhir turun adalah aku yaitu di Tulungagung.

Tetapi karena bisnya terlalu lambat, aku tidak jadi turun di Tulungagung, aku turun di Madiun karena estimasiku bila aku lanjutkan sampai ke Tulunggagung, pasti sore baru tiba, dan pasti mobil yang ke kampungku tidak ada, padahal besok sudah lebaran, maka aku putuskan untuk turun di Madin kemudian cari mobil yang lebih cepat. Dari Madiun masih pagi, disambung ke Ponorogo, disambung lagi ke Trenggalek.

Sampai Trenggalek jam 3 sore, dan kebetulan bis terakhir yang ke Panggul ( kampungku ) belum berangkat, tapi sudah mau berangkat, jika aku terlambat lima menit saja, pasti aku tidak keburu.

Fakta : baru kali ini aku merasakan mudik selama 2 hari 2 malam, biasanya cuma 1 hari 1 malam sudah sampai……

Mengutip kata PLATO: “ Orang bijak karena mereka mempunyai sesuatu untuk dikatakan, orang dungu bicara karena mereka harus mengatakan sesuatu. “

Jadi tulisan ini hanya sebatas pengalamanku saat aku pulang mudik, disini aku banyak pelajaran yang aku petik, mulai dari kesabaran, keuletan, gampang menyerah dan berusaha. Jadi, aku melalui tulisan ini, aku ingin menjadi orang bijak seperti apa yang Plato katakan.


Facebook
Twitter
More...

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s