Antara aku, pena dan buku……..

Posted on Updated on

Ketika Aku pegang pena dan buku, disitulah aku temukan perasaan yang bebas dan tak terbatas. Antara aku, pena dan buku, seperti sahabat yang dijembatani dengan saling kecocokan. Mereka ( pena dan buku ) bisa membaca bahasa kalbuku tatkala orang tak sepeka itu, mereka bisa tersenyum saat orang melampiaskan kemarahan yang tak beralasan, mereka bisa mengerti posisiku tanpa harus aku mengertikannya. Dengan mereka aku bisa menemukan teman dalam artian yang sebenarnya. Aku seperti menemukan rasa yang membuatku tak pernah takut pada apapun, dan yang membuatku tak lagi punya rasa malu pada siapapun..

Dalam kesendirianku, mereka aku jadikan tempat curhat yang tak pernah bosan mendengar ribuan kata yang terucap dari mulut, entah itu tentang kehidupan, cinta dan perasaan. Mereka tak pernah mengeluh meski mereka aku jadikan tempat meluapkan segala emosi. Mereka juga tak pernah marah ketika aku dengan sengaja memisahkan sebagian anggotanya karena aku robek saat salah tulis. Karena mereka mengerti posisinya sebagai sebuah pena dan buku.

Satu hal yang menjadi alasan, kenapa aku tak mau terpisahkan dengan mereka, karena mereka sanggup mgajarkanku tentang cinta, bahwa cinta itu tak pernah berubah dan hilang meski harus berubah dan berbeda bentuk. Mereka mengajarkanku tentang keberanian, bahwa keberanian dan rasa malu itu terletak pada diri kita. Mereka mengajarkanku tentang kebebasan, bahwa kebebasan itu tak terbatas dan itu sesungguhnya ada pada diriku sendiri. Mereka mengajarkan tentang kedewasaan tentang cara berpikir dan bersikap.

Saat tubuh letih, hati gundah dan perasaan melemah, mereka ada untuk memberi motivasi. Mereka selalu berbisik β€œ heroe, sudah lama kamu bertanya-tanya dimana kamu berdiri saat ini, sekarang sudah waktunya berjalan. Berhentilah hidup dimasa lalu, dan mulailah membuat masa depan, apapun yang kamu perlukan dan kamu khawatirkan, tidak ada satu kehidupan pun yang dijanjikan mudah, jadi terus berusaha adalah hal terbaik…..”

Aku berharap mereka ( pena dan buku ) selalu menjadi sahabat sejati yang tak pernah berubah meski waktu terus berputar, tetaplah memberiku motivasi dan inspirasi. Aku selalu berharap tanpa ingin mengerti bahwa itu semua adalah khayalan dan imajinasiku semata. Aku terjebak dalam personifikasisme, aku menganggap mereka seperti benda-benda hidup. Aku menilai mereka seperti sahabat yang bisa segalanya, tanpa pernah mengerti arti sebenarnya.

Suatu waktu, ketika diri ini sudah tak punya teman atau pendamping, maka mereka akan menjadi sahabat satu-satunya yang selalu menemani di kala pagi menjelang, siang yang terang dan malam yang larut dalam kegelapan. Dan disaat itu aku mulai tersadar mereka hanyalah benda mati yang tak bisa apa-apa, meski kita lempar, kita robek, kita bakar mareka tetaplah buku dan pena yang tak akan pernah berubah.

Bila anda berpikir anda bisa, maka anda benar. Bila anda berpikir anda tidak bisa, anda pun benar… karena itu ketika seseorang berpikir tidak bisa, maka sesungguhnya dia telah membuang kesempatan untuk menjadi bisa….( Henry Ford )


Iklan

12 thoughts on “Antara aku, pena dan buku……..

    Abed Saragih said:
    22 Oktober 2011 pukul 12.39

    kunjungan dan komentar balik ya gan

    salam perkenalan dari

    http://diketik.wordpress.com

    sekalian tukaran link ya…

    semoga semuanya sahabat blogger semakin eksis dan berjaya.

      heroe prasetyo responded:
      27 Oktober 2011 pukul 08.30

      oke bro, thank’s y….link akan segera saya pasang….

    arman budiman said:
    10 November 2011 pukul 09.24
      heroe prasetyo responded:
      18 November 2011 pukul 16.43

      cakep bro….ane juga mau nulis kenangan masa sekolah heheh…

    triwhy said:
    18 November 2011 pukul 19.34

    diary adalah teman terbaik yg siap menampung segala kebahagiaan atau pun saat kesedihan..

    Hijauku said:
    19 November 2011 pukul 00.47

    salam kenal..sukses sellau..happy bloger πŸ™‚

    tuaffi said:
    14 Desember 2011 pukul 17.39

    saya juga suka mempersonifikasi sesuatu.. hehe πŸ˜€

      heroe prasetyo responded:
      15 Desember 2011 pukul 08.59

      Hehe….:D
      Bener2, biasanya emang kita suka menganggap benda mati seolah2 benda hidup.
      Kalau aku sendiri alasannya sebagai pelarian dari perasaan saja, ketika benda hidup di sekitarku sudah tidak sesuai dengan apa yang aku harepin, saat itu pula aku bandingkan dengan sebuah benda mati….

    eka pratiwi rahmadi said:
    29 Januari 2012 pukul 20.57

    ass,tulisan kamu bagus dan bermakna.minta ijin poto diary nya aku copas y n mau dimasukin keblog aku πŸ™‚

      heroe prasetyo responded:
      30 Januari 2012 pukul 14.09

      Wa’alaikum salam………
      sory ni baru replay, karna saya baru sempat buka ini blog….
      terima kasih kunjungannya….
      monggo n silakan….heheh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s