Menulis Lagi….

Posted on Updated on

Sudah sekian lama jari-jari ini tidak menekan tombol demi tombol keyboard. Sudah lama ekspresi dalam otak ini tidak saya tuangkan ke dalam bentuk tulisan. Aneh sih, padahal dulu saya sangat getol menulis, apa aja yang ada di pikiran saya pasti keluar jadi tulisan, entah itu kehidupan pribadi atau hanya sekedar hal-hal konyol yang sedikit tak berarti.

Dengan kondisi saya yang jauh lebih dewasa dibandingkan dulu karena sekarang saya sudah menikah dan sebentar lagi akan menjadi seorang ayah dan sudah melanjutkan kuliah. Mungkin hal ini yang membuat motivasi menulisku menjadi sedikit “menurun”. saya menjadi cenderung pemalas akan menulis, dengan kesibukan yang menumpuk dan hal-hal lain yang harus dipikirkan lebih utama, intinya frekuensi “mikir” semakin tambah sedang waktu semakin sedikit.

Intinya sekarang saya jadi lebih banyak “berfikir” dibanding merasa dalam menulis. Terlalu banyak yang dipikirkan sebelum menulis, hingga pada akhirnya tidak ada yang dituliskan atau sudah keburu terlalu malas untuk menulis.

Ketika saya browsing dan membaca blog orang-orang, saya selalu berpikir untuk kembali menulis, saya selalu berfikir bagaimana cara memunculkan motivasi menulis lagi, saya ingin mendokumentasi jejak-jejak kehidupan saya supaya nanti bisa saya baca saat saya sudah lelah dan tua, bisa istri baca saat dia mulai luntur rasa percayanya (mudah-mudahan tidak), bisa anak baca supaya bisa mengambil hal-hal yang positif dari kehidupan ayahnya saat dia mencari jati dirinya.

Saya ingin menulis lagi, saya ingin supaya tulisan saya itu tanpa “cela”. Ingin supaya setiap fakta yang saya tuliskan itu benar-benar merepresentasikan kehidupan saya, benar-benar real tanpa rekayasa. Yah, ingin supaya tulisan blog seperti tesis atau skripsi, ada literatur ilmiahnya di setiap paragrap.

Saya pernah membaca dalam salah satu blog dan mengutip kata-kata dari pendiri WordPress, Matt Mullenweg. Dia mengatakan, bahwa dalam menulis, tulislah untuk dua orang saja. Pertama, pikirkan diri kita sendiri yang akan membaca tulisan kita ini di masa yang akan datang. Kedua, pikirkan orang yang kita tuju yang akan membaca tulisan kita ini.

Kalau mengingat dulu  saat saya merasa punya motivasi lebih untuk ngeblog, pendapat Matt ini  sangat benar. Dulu, saya ngeblog karena saya ingin mendokumentasikan kehidupan saya, supaya saya punya jejak sejarah, supaya saya dan anak-anak saya kelak bisa tahu kehidupan saya di masalalu. Lalu, saya juga ngeblog karena ingin share dan dapat dibaca oleh teman-teman yang mungkin kenal dengan saya.

Setelah mengutip kata-kata Matt tadi, saya mempunyai motivasi yang lebih lagi untuk menulis, dan inilah tulisan pertama saya lagi, ditulis hanya sekitar 30 menit di sela-sela hari libur kerja, sebagai langkah awal untuk menulis blog kembali. Saya menutup blog yang dulu, yang berisi tulisan-tulisan masa lalu yang tak ada untungnya lagi saya buka dan baca, saya bangun lagi blog yang baru dengan tulisan yang baru dan wajah yang baru. Dan yang pasti tujuan menulis yang baru pula, jadi saya akan menulis hanya untuk tiga orang: saya sendiri di masa depan, serta untuk istri saya tercinta, karena ia pun merindukan tulisan-tulisan saya dan anak saya nantinnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s